News

Jelang World Rabies Day, Mirjawal ajak masyarakat kenali rabies

Vetnovex 2026, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta, pada 12–13 September 2026. ANTARA/Ist Jelang World Rabies Day, Mirjawal ajak...

Jelang World Rabies Day, Mirjawal ajak masyarakat kenali rabies
Vetnovex 2026, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta, pada 12–13 September 2026. ANTARA/Ist Jelang World Rabies Day, Mirjawal ajak masyarakat kenali rabies Minggu, 13 September 2026 14:51 WIB Vetnovex 2026, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta, pada 12–13 September 2026. ANTARA/Ist Yogyakarta (ANTARA) - Menjelang World Rabies Day 28 September, Ketua PDHI Cabang Jawa Barat V sekaligus Calon Ketua Umum PB PDHI drh. mengajak masyarakat mengenali bahaya rabies, mewaspadai perubahan perilaku pada hewan, serta segera mencari pertolongan medis setelah mengalami gigitan atau cakaran, karena pemahaman serta tindakan cepat menjadi kunci pencegahan penyakit mematikan tersebut. Hal tersebut disampaikan Mirjawal di sela-sela Vetnovex 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta, pada 12–13 September 2026, yang juga diikuti perusahaannya PT Awal Semangat Karya Medika (ASK Medika). Menurut Mirjawal rabies menunjukkan kesehatan hewan dan manusia tidak dapat ditangani secara terpisah, sehingga pengendaliannya membutuhkan keterhubungan antara dokter hewan, tenaga kesehatan, pemerintah, laboratorium, perguruan tinggi, organisasi profesi, komunitas, dan masyarakat. “Ketika satu mata rantai tidak berfungsi, mulai dari vaksinasi, pelaporan kasus, diagnosis, hingga penanganan korban gigitan, akibatnya dapat sangat serius,” kata Mirjawal. Ia menjelaskan rabies dapat dicegah, tetapi hampir selalu berakibat fatal setelah gejala klinis muncul, karenanya masyarakat tidak boleh menunda penanganan apabila digigit atau dicakar anjing, kucing, monyet, maupun hewan lain yang berpotensi menularkan rabies. Luka harus segera dicuci dengan sabun dan air mengalir selama sedikitnya 15 menit, lanjutnya, kemudian diberi antiseptik; korban selanjutnya harus segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit untuk memperoleh penilaian medis serta vaksin antirabies atau penanganan lain sesuai indikasi tenaga kesehatan. [Baca Liputan Selengkapnya di jogja.antaranews.com →](https://jogja.antaranews.com/berita/853723/jelang-world-rabies-day-mirjawal-ajak-masyarakat-kenali-rabies)