News
Harga minyak dunia naik, apa dampaknya bagi Indonesia?
Ilustrasi pengisian BBM. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz telah mendorong kenaikan harga minyak dan tekanan ekonomi di berbagai belahan dunia. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)...
Ilustrasi pengisian BBM. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz telah mendorong kenaikan harga minyak dan tekanan ekonomi di berbagai belahan dunia. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu) Jakarta (ANTARA) - Harga minyak dunia kembali bergerak naik pada akhir Agustus 2026 di tengah ketegangan geopolitik dan risiko gangguan pasokan global.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi Indonesia karena pergerakan harga minyak dapat memengaruhi biaya energi, harga BBM, inflasi hingga anggaran negara. Harga minyak mentah Brent pada Senin (31/8/2026) tercatat sekitar US$90,41 per barel. Kenaikan harga tersebut terjadi ketika pasar masih mencermati risiko pasokan akibat konflik dan gangguan jalur perdagangan minyak global. Salah satu faktor utama adalah meningkatnya risiko terhadap pasokan minyak global akibat konflik geopolitik.
Ketidakpastian di kawasan Timur Tengah, termasuk gangguan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, membuat pasar memperhitungkan kemungkinan berkurangnya pasokan minyak ke pasar dunia. Selain faktor pasokan, perkembangan permintaan global juga menjadi perhatian. Reuters mencatat permintaan minyak dunia pada 2026 diperkirakan turun sekitar 1 juta hingga 1,6 juta barel per hari, terutama karena melemahnya impor minyak China. Namun, risiko gangguan pasokan masih memberikan tekanan naik terhadap harga. Apakah harga BBM Indonesia otomatis naik?
[Baca Liputan Selengkapnya di LKBN ANTARA →](https://www.antaranews.com/berita/5722744/harga-minyak-dunia-naik-apa-dampaknya-bagi-indonesia)