News
Nelayan perempuan Bajo Torsiaje olah gurita jadi aneka produk pangan
Sri Dewi Karim Nagi, pendamping kelompok dari japesda saat sedang menunjukkan produk olahan hasil laut produksi kelompok nelayan perempuan, Torsiaje, Gorontalo, yang dipamerkan pada rangkaian pameran...
Sri Dewi Karim Nagi, pendamping kelompok dari japesda saat sedang menunjukkan produk olahan hasil laut produksi kelompok nelayan perempuan, Torsiaje, Gorontalo, yang dipamerkan pada rangkaian pameran UMKM Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 di Gedung Grand Palace Convention Center, Kota Gorontalo, Sabtu (12/9/2026). (ANTARA/Faradila Alim) Kita mulai dari bakso gurita, cuma memang waktu itu gurita kurang peminatGorontalo (ANTARA) - Kelompok nelayan perempuan Sipakullong di Torsiaje, Gorontalo, mengolah hasil tangkapan gurita menjadi sambal dan camilan stik gurita untuk meningkatkan nilai ekonomi dari hasil laut.
Sipakullong yang dalam bahasa Bajo berarti saling merangkul merupakan kelompok nelayan perempuan yang dibentuk melalui proses pendampingan Jaringan Pengelolaan Sumber Daya Alam (Japesda) bersama masyarakat setempat. Salah seorang pendamping dari Japesda, Sri Dewi Karim Nagi, mengatakan kelompok tersebut mengembangkan sejumlah produk berbahan dasar gurita, mulai dari sambal hingga stik gurita yang menjadi camilan ringan.
"Kami menjual sambal gurita sama stik gurita. Ada dua varian, original sama balado," kata Dewi di Gorontalo, Sabtu. Ia menjelaskan pengembangan olahan gurita dilakukan untuk memberikan nilai tambah terhadap hasil tangkapan nelayan yang sebelumnya lebih banyak dijual dalam kondisi mentah.
[Baca Liputan Selengkapnya di Berita Terkini →](https://www.antaranews.com/berita/5738197/nelayan-perempuan-bajo-torsiaje-olah-gurita-jadi-aneka-produk-pangan)